Gerhana Matahari 9 Maret 2016


Dalam menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) beberapa persiapan sudah dilakukan di Maluku Utara. Salah satunya yang di kutip dari http://kppnternate.net menulis sebagai berikut:
 
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), menyatakan pada gerhana matahari total Maret 2016 banyak wisatawan mancanegara yang telah menyampaikan minatnya datang ke Ternate, termasuk Putri Raja Thailand.

“Memang Putri Raja Thailand berniat berkunjung ke Ternate dan ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Negara Thailand HE Mr Paskorn Siriyaphan saat pertemuan dengan Pemkot Ternate,” kata Wakil Wali Kota Ternate Arifin Djafar di Ternate, Selasa (7/7).

Berdasarkan pembagian survei yang telah dilakukan, terdapat beberapa spot yang nantinya dijadikan sebagai pusat pengamatan fenomena gerhana matahari total diantarannya, Keraton Kesultanan Ternate sekitar 40 orang dari Negara Amerika.

Begitu pula, untuk Spot Benteng Oranje akan ditempati orang Inggris dan Gelora Kieraha ditempatkan yang lain, ada 10 spot yang sudah dipersiapkan serta Benteng Kalamata.
“Tamu dari Kerajaan Thailand, kata Arifin, berjumlah sekitar 30 orang. Namun dari data yang diterima, total wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Ternate berasal dari 12 Negara.
“Saya belum dapat data riilnya, tapi yang sudah daftar saat ini sekitar hampir 1.000-an, terdiri dari 12 negara termasuk Thailand yang ingin berkunjung ke Kota Ternate,” katanya.

Kota Ternate yang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia memiliki budaya dan sejarah yang patut dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, karena dengan kota yang kecil memiliki puluhan situs sejarah berupa benteng peninggalan kolonial. (Sumber http://kppnternate.net)

Persiapan menyambut GMT 9 Maret juga ditulis di www.suara.com
Pada tahun 2016, kegiatan Festival Legu Gam dimajukan menjadi awal Maret untuk memaksimalkan wisata alam gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret 2016.

Menurut Ketua Panitia FLG 2016 Abdullah Taher, selama ini selain sebagai sarana pesta rakyat untuk memeriahkan ulan tahun Sultan Ternate Mudhafar Sjah pada tanggal 13 April, FLG juga sebagai sarana pelestarian budaya Moloku Kie Raha, sebutan untuk empat kesultanan di Malut.

Namun setelah Sultan Mudhafar Sjah wafat pada 18 Februari 2014, penyelenggaraan FLG lebih ditekankan pada pelestarian budaya dan ekonomi kreatif, sehingga waktu pelaksanaan tidak terlalu menjadi masalah yang mendasar.

Dengan memajukan pelaksanaan FLG 2016 agar bertepatan dengan gerhana matahari total khususnya dalam upaya memperkenalkan kekayaan dan kekhasan budaya Moloku Kie Raha serta potensi ekonomi kreatif setempat.

"Ada 3.000 lebih wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Ternate untuk menyaksikan GMT pada 9 Maret 2016 dan sudah pasti mereka akan menyaksikan pula berbagai kegiatan di FLG, karena FLG tahun 2016 ini digelar dari tanggal 1 hingga 20 Maret 2016," kata Abdullah Taher, Wakil Wali Kota Ternate.

Panitia FLG telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk ditampilkan di festival itu, yang sebagian di antaranya merupakan ritual tetap setiap penyelenggaraan FLG, seperti ritual pawai obor gam ma cahaya, yakni mengelilingi Pulau Ternate dengan penerangan obor.

Selain itu, ritual fere kie, yakni naik ke puncak Gunung Gamalama dan melakukan pembacaan doa di makan keramat yang berada di puncak Gamalama serta ritual kololi kie mote ngolo, yakni mengelilingi Pulau Ternate melalui laut dengan menggunakan kora-kora yakni perahu tradisional Malut.

"Kegiatan lainnya yang akan ditampilkan adalah atraksi kesenian tradisional, pameran ekonomi kerakyatan serta jamuan makan malam untuk para wisman yang akan di pusatkan di pondopo Kedaton Kesultanan Terante," katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate sangat mendukung keputusan Kesultanan Ternate ini dan telah menyiapkan anggaran untuk menyukseskan penyelenggaraan FLG tersebut.

Sejumlah kegiatan juga disiapkan seperti akomodasi, transportasi dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Pemkot Ternate juga membenahi berbagai infrastruktur pariwisata di daerah ini serta menyiapkan lokasi bagi wisman untuk mengamati GMT, di antaranya di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate, benteng oranje, benteng kalamata, taman nukila dan taman falajawa.

"Khusus di taman falajawa, Pemkot Ternate akan menyiapkan tempat khusus bagi wisman untuk berfoto dengan latar belakang perairan Ternate dengan Pulau Tidore. Di lokasi itu akan dihiasi pula dengan bunga matahari yang didatangkan dari Manado sehingga nuansanya sangat cocok dengan peristiwa alam GMT," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Ternate Anas Conoras.

Terkait terbatasnya akomodasi perhotelan, sudah disiapkan solusinya, di antaranya dengan memanfaatkan rumah warga sebagai homestay dan  sudah banyak warga Ternate yang menyatakan kesediaan rumahnya untuk dijadikan homestay para wisman.

Pemkot Ternate juga telah meminta perajin untuk memamerkan karyanya seperti pengusaha kerajinan batu akik, kerajinan batik tubo dan berbagai kerajinan cinderamata bagi para wisman yang akan menikmati fenomena alam ini. (Antara) Sumber: amun pada 2016, kegiatan ini dimajukan menjadi awal Maret untuk memaksimalkan wisata alam gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret 2016.

Menurut Ketua Panitia FLG 2016 Abdullah Taher, selama ini selain sebagai sarana pesta rakyat untuk memeriahkan ulan tahun Sultan Ternate Mudhafar Sjah pada tanggal 13 April, FLG juga sebagai sarana pelestarian budaya Moloku Kie Raha, sebutan untuk empat kesultanan di Malut.

Namun setelah Sultan Mudhafar Sjah wafat pada 18 Februari 2014, penyelenggaraan FLG lebih ditekankan pada pelestarian budaya dan ekonomi kreatif, sehingga waktu pelaksanaan tidak terlalu menjadi masalah yang mendasar.

Dengan memajukan pelaksanaan FLG 2016 agar bertepatan dengan gerhana matahari total khususnya dalam upaya memperkenalkan kekayaan dan kekhasan budaya Moloku Kie Raha serta potensi ekonomi kreatif setempat.

"Ada 3.000 lebih wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Ternate untuk menyaksikan GMT pada 9 Maret 2016 dan sudah pasti mereka akan menyaksikan pula berbagai kegiatan di FLG, karena FLG tahun 2016 ini digelar dari tanggal 1 hingga 20 Maret 2016," kata Abdullah Taher, Wakil Wali Kota Ternate.

Panitia FLG telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk ditampilkan di festival itu, yang sebagian di antaranya merupakan ritual tetap setiap penyelenggaraan FLG, seperti ritual pawai obor gam ma cahaya, yakni mengelilingi Pulau Ternate dengan penerangan obor.

Selain itu, ritual fere kie, yakni naik ke puncak Gunung Gamalama dan melakukan pembacaan doa di makan keramat yang berada di puncak Gamalama serta ritual kololi kie mote ngolo, yakni mengelilingi Pulau Ternate melalui laut dengan menggunakan kora-kora yakni perahu tradisional Malut.

"Kegiatan lainnya yang akan ditampilkan adalah atraksi kesenian tradisional, pameran ekonomi kerakyatan serta jamuan makan malam untuk para wisman yang akan di pusatkan di pondopo Kedaton Kesultanan Terante," katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate sangat mendukung keputusan Kesultanan Ternate ini dan telah menyiapkan anggaran untuk menyukseskan penyelenggaraan FLG tersebut.

Sejumlah kegiatan juga disiapkan seperti akomodasi, transportasi dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Pemkot Ternate juga membenahi berbagai infrastruktur pariwisata di daerah ini serta menyiapkan lokasi bagi wisman untuk mengamati GMT, di antaranya di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate, benteng oranje, benteng kalamata, taman nukila dan taman falajawa.

"Khusus di taman falajawa, Pemkot Ternate akan menyiapkan tempat khusus bagi wisman untuk berfoto dengan latar belakang perairan Ternate dengan Pulau Tidore. Di lokasi itu akan dihiasi pula dengan bunga matahari yang didatangkan dari Manado sehingga nuansanya sangat cocok dengan peristiwa alam GMT," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Ternate Anas Conoras.

Terkait terbatasnya akomodasi perhotelan, sudah disiapkan solusinya, di antaranya dengan memanfaatkan rumah warga sebagai homestay dan  sudah banyak warga Ternate yang menyatakan kesediaan rumahnya untuk dijadikan homestay para wisman.

Pemkot Ternate juga telah meminta perajin untuk memamerkan karyanya seperti pengusaha kerajinan batu akik, kerajinan batik tubo dan berbagai kerajinan cinderamata bagi para wisman yang akan menikmati fenomena alam ini. (Sumber: http://www.suara.com)

Telusuri:
>   PULAU TERNATE



No comments:

Post a Comment